Kamis, 18 Desember 2008

SULITNYA MENJAGA MUTU


Ada kalanya kita punya keinginan besar untuk memberikan yang terbaik untuk orang lain. Suatu ketika mungkin kita berharap menjadi orang yang bermanfaat untuk sesama. Tetapi Beliau tidak pernah memberikan manusia kesempurnaan. Tepukan kecil yang mungkin bagi kita sebuah tamparan keras harus kita maknai dengan mencari hikmah dibaliknya.
Mungkinkah kita telah sombong dalam berucap, atau ada kalanya kita tidak mengakui keterbatasan fisik kita. Pertanyaan yang selalu hadir manakala elusan kasihnya datang sebagai teguran halus.
Cobalah untuk berintrospeksi. Entah kita terlalu sombong untuk mengakui betapa kecilnya kekuatan dan kekuasaan kita di antara alam semesta yang diciptakanNya.
Walau mungkin kita berusaha menjaga mutu pengabdian kita. Meski kita telah mencoba menyerahkan seluruh keyakinan kita. Tetapi kehendakNya telah berucap.
Sungguh sulit mewujudkan mutu. Bahkan lebih sulit menjaga mutu.
Hanya satu yang perlu kita lakukan, jangan pernah merasa puas.
Menjaga mutu ibarat menyusun segala kepasrahan kita untuk ber-Dharma. Tidak akan pernah cukup pasrah itu sampai Beliau menentukan.
Berusahalah selalu lebih baik. Tidak ada puncak sampai Yang Maha Kuasa mengambil nafas kita.
Jangan menyerah. Bangkitlah untuk pengabdianMu. Demi keyakinanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar